Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Dasi Dimulai Sejak Zaman Batu

Sejarah Dasi Dimulai Sejak Zaman Batu - Semenjak zaman batu aksesori pada leher maupun dada telah ada, terutama untuk menambahkan identitas untuk golongan laki-laki dari golongan tinggi. Bahkan, di zaman Romawi kuno telah digunakan kain guna menutupi leher maupun tenggorokan, terutama bagi kalangan juru bicara. Sejarah dasi pun berlanjut ketika prajurit Romawi juga mengenakannya. Tanda digunakannya aksesori kain leher terlihat di patung batu pada makam kuno, Xian di wilayah China.

Pelengkap leher populer lainnya hadir pada era William Shakespeare (tahun 1564 hingga1616), yaitu ruff. Kerah kaku berasal dari kain putih itu modelnya menyerupai piringan besar yang mengelilingi leher. Demi menjaga bentuknya, ruff biasa dikanji. Lama-kelamaan orang menganggap ruff yang berlipat-lipat sampai ketebalan beberapa cm menyebabkan iritasi.

Muncullah cravat di era kekuasaan Louis the Great tahun 1660an. Akan tetapi, bangsa Kroasia lebih pas dijuluki menjadi tanah asal muasal dasi. Malah konon istilah itu berpangkal dari nama negara Kroasia menggunakan dialek lokal Hrvatska.

Gambar dasi dan kalung logam

Itu cocok dengan cerita Francoise Chaile pada buku La Grande Historie de la Cravate. Kurang lebih tahun 1635, paling tidak 6000 prajurit dan ksatria tiba di Paris, yang disewa Raja Louis XIII dan Cardinal Richelieu. Baju tradisional mereka begitu memukau.

Sepotong sapu tangan diikatkan pada leher menggunakan teknik tertentu. Sapu tangan tersebut berasal dari bermacam kain, mulai sejenis seragam, katun lembut, sampai bahan sutera.  Sehingga dinamakan lah sapu tangan tersebut cravat, artinya orang Kroasia.

Seperti aksesori leher pada era zaman batu, keindahan cravat maupun teknik mengikatnya memperlihatkan strata pemakainya. Kabarnya George Bryan Brummell (1778 1840), yang tidak sedikit memberi pengaruh pada perkembangan mode, butuh waktu berlama-lama demi menyimpul cravat-nya agar pas. Sesudah itu hadir aturan menggunakan cravat. Orang lain terlarang menyentuh cravat orang lain. Jika itu terjadi, perbuatan tersebut dapat berakibat gawat, yaitu duel.

Baca juga: Kehidupan sosial budaya dan kepercayaan zaman batu

Pada tahun 1860an cravat yang mempunyai ujung panjang kian menyerupai dasi modern. Saat hadir mode baju mempunyai kerah, dasi diikatkan di bawah dagu, ujungnya menjuntai di depan baju. Sedangkan dasi berpotongan kupu-kupu modern dikenal pada tahun 1890an.

Bersama perkembangan teknologi, saat ini dasi menjadi kian bervariasi corak, model, maupun teksturnya. Faktanya lebih dari 100 juta dasi menyerbu sejumlah gerai dasi tiap-tiap tahunnya.
Supriyadi Pro
Supriyadi Pro Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com